DUA KUBU SPSI BENTROK, LALU LINTAS MACAT
Dua kubu konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) kemarin bentrok memperebutkan kantor sekretariat di Jalan Gatot subroto.
Akibat aksi ribuan massa yang memperebutkan Kantor Sekretariat SPSI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sumut itu,kemacetan lalu lintas terjadi sekitar sejam sejak pukul 11.00 WIB. Kedua kubu yang bertikai yakni SPSI versi Jacob Nuawawea dan kubu SPSI Syukur Sarto itu sempat terlibat saling lempar batu sebelum lima kompi personel kepolisian tiba di lokasi.
Tidak ada korban dalam peristiwa itu. Kubu SPSI pimpinan Yacob Nuwawea datang memakai tanda lencana merah.Mereka bergerak dari Lapangan Merdeka sekitar pukul 10.30 WIB menuju Kantor Sekretariat SPSI Sumut, Jalan Gatot Subroto No 181. Sesampainya di Bundaran Majestyk, mereka langsung diadang massa kubu SPSI Syukur Sarto yang mengenakan seragam biru dan bergerak dari kantor sekretariat.
Saling lempar batu itu sempat menakutkan warga sehingga seluruh pemilik toko menutup rukonya.Tak berapa lama, lima kompi kepolisian dari Polda Sumut dan Poltabes Medan berusaha menenangkan kedua kelompok massa. Karena mendapat rintangan, kubu SPSI Syukur Sarto kembali ke sekretariat, sedangkan kubu Yacob Nuwawea tetap bertahan di tempat.
Hampir dua jam kubu SPSI Yakob Nuwawea tidak mau bubar.Mereka tetap bersikeras ingin mengambil alih kantor sekretariat yang dijaga ratusan anggota SPSI kubu Syukur Sarto. Kedua kubu juga berkumpul di depan ruko saat hujan kemarin. ’’Kamilah SPSI yang sah. Kami tidak akan mundur sebelum kantor tersebut kami ambil alih atau polisi harus men-stanvas-kan kantor tersebut hingga ada kejelasan hukum,” ujar juru bicara SPSI versi Jacob Nuwawea M Syahrul.
Syahrul menambahkan, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang sah adalah Yacob Nuwawea.DPP SPSI juga menetapkan Ahmad Raja Nasution sebagai Ketua DPD SPSI Sumut pada Kongres VII SPSI di Bogor 17–20 Februari lalu. Sementara itu,Ketua DPD SPSI Sumut pimpinan Syukur Sarto, H Mukhyr Hasan Hasibuan menyatakan,mereka akan mempertahankan kantor tersebut karena merekalah SPSI yang sah sesuai musyawarah nasional.
’’Kami sudah dari 1974 di sini.Ya,kami akan mempertahankan kantor ini karena kamilah SPSI yang sah,” ujarnya. Mukhyr menambahkan, dia ditetapkan sebagai Ketua SPSI Sumut pada 22 Desember 2007 di Jakarta oleh Syukur Sarto. Atas negosiasi pihak kepolisian, kubu SPSI Yakub Nuwawea membubarkan diri sekitar pukul 13.00 WIB, sedangkan SPSI Syukur Sarto tetap di sekretariat.
Pejabat Sementara (Pjs) Dir Intel Polda Sumut Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Baharuddin Djafar menyatakan,mereka meminta kedua pihak saling menahan diri hingga proses hukum menentukan siapa yang sah. Siapa yang berhak menduduki kantor tersebut harus ditempuh melalui jalur hukum karena mereka sama-sama SPSI.
’’Mereka mengerti dan membubarkan diri,” ujar Baharuddin yang juga Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut tersebut. Kerusuhan ini berawal dari Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) SPSI di Jakarta, 24–26 Agustus tahun lalu.Saat itu, SPSI terpecah menjadi dua, yakni kubu Yakob Nuwawea dan kubu Syukur Sarto. Yakub Nuwawea akhirnya mendaftar ke Departemen Hukum dan HAM (Depkumham) dengan nama yang sama yakni SPSI. Namun, jumlah kapas dalam logo SPSI Yakub Nuwawea berbeda dengan SPSI yang lama. ’’Inilah yang merembes ke Sumut, tetapi kami tidak memandang hal itu. Kami meminta kedua kubu menempuh jalur hukum,”ujar Baharuddin. Mengenai kemungkinan akan terjadi kerusuhan,kepolisian tetap memantau situasi di kawasan Kantor Sekretariat SPSI. Baharuddin optimistis kubu Yakub Nuwawea tidak akan menempuh kekerasan seperti kemarin untuk merebut sekretariat.
Sumber http://www.pemkomedan.go.id/news_detail.php?id=1035
Kamis, 19 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar