Jumat, 20 November 2009

KSPSI

ILO Harapkan KSPSI Segera Berkonsolidasi
JAKARTA, (PR).-
Organisasi Buruh Sedunia (International Labour Organization/ILO) Asia Timur mengharapkan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) segera melakukan konsolidasi, pascaberakhirnya konflik internal. Dengan demikian, organisasi pekerja ini akan mampu berkembang kembali menjadi organisasi yang utuh dan kuat seperti dulu.
"KSPSI harus berkembang menjadi organisasi yang dipercaya dan disegani semua pihak," kata Wakil Ketua Umum DPP KSPSI, Mathias Tambing kepada wartawan seusai memimpin pertemuan dengan Shigeru Wada, Senior Specialist on Workers Activities ILO Asia Timur, di Jakarta, Sabtu (24/10) lalu.
Keseriusan ILO, kata Mathias, ditunjukkan dengan akan disertakannya KSPSI dalam program kerja dan berbagai diskusi masalah ketenagakerjaan yang dilakukan ILO. Bahkan, ILO menyanggupi memberikan pendidikan khusus bagi aktivis serikat buruh guna meningkatkan kualitas kepemimpinannya.
"Sikap ILO jelas menunjukkan dukungannya kepada kita," kata Mathias.
Mathias menyayangkan sikap Depnakertrans di era kepemimpinan Erman Suparno tidak tegas dalam menyikapi konflik internal di tubuh KSPSI. "Pemerintah sepertinya mengambangkan masalah ini, bahkan bersikap mendua. Akibatnya, beberapa kebijakan yang melibatkan lembaga kerja sama tripartit nasional -- salah satunya dari unsur KSPSI -- tidak dapat berjalan mulus," katanya.
Menakertrans yang baru Muhaimin Iskandar, diharapkan agar bertindak lebih arif dan bijaksana dalam menyelesaikan masalah internal organisasi buruh. Perlu dicarikan solusi terbaik agar organisasi buruh terbesar ini segera utuh kembali.
Dalam pertemuan dengan DPP KSPSI, utusan ILO Asia Timur Shigeru Wada mengakui, selain KSPSI, ada dua konfederasi serikat buruh di Indonesia, yakni Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) dan Kongres Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
Menurut Wada, ILO tidak melakukan diskriminasi terhadap keberadaan ketiga konfederasi serikat buruh di Indonesia. Akan tetapi, fakta sejarah menunjukkan, KSPSI yang dulu menjadi organisasi kuat, harus diperjuangkan dengan kebersamaan guna mengembalikan eksistensi yang pernah dicapai. (A-78) ***
Penulis:
Back

© 2009 - Pikiran Rakyat Bandung
sumber PIKIRAN RAKYAT - DARI RAKYAT OLEH RAKYAT UNTUK RAKYAT
• Sabtu, 21 November 2009
• |
• PR Online
• Home
• Pikiran Rakyat Cetak
• |


E-PAPER

RUBRIK
• UTAMA
• JAWA BARAT
• DALAM NEGERI
• EKONOMI & KEUANGAN
• PENDIDIKAN
• OLAH RAGA
• OPINI
• PARIWISATA
• GEMA HAJI
• FEATURES
• KOTA BANDUNG
• KOTA CIMAHI
• KABUPATEN BANDUNG
• KAB. BANDUNG BARAT
• POLITIK
SUB RUBRIK
• APA & SIAPA
• BERITA KELUARGA
• CANGKURILEUNG
• CIHANJUANG
• FORUM GURU
• GEMA GEREJA
• INFO KITA
• SANGKURIANG
• SEKILAS DAERAH
• SEKILAS DALAM NEGERI
• SEKILAS EKONOMI
• SEKILAS OLAH RAGA
• SEKILAS PENDIDIKAN
• SI JALAK HARUPAT
• SORA BALAREA
• SURAT PEMBACA
• TAJUK RENCANA
ARSIP
• BEKASI RAYA
• BELIA
• CAKRAWALA
• GELORA
• GEULIS
• KAMPUS
• KHAZANAH
• OTOKIR
• PAKUAN
• PE ER KECIL
• PIKIRAN RAKYAT
• SELISIK
• TEROPONG
OLE-OLE
lemah
Sosialisasi pengobatan penyakit kaki gajah dinilai lemah.
- Kerja setengah hati, hasilnya pun asal jadi.
si kabayan
CUACA BANDUNG
Utara Timur Selatan Barat Tengah






Sumber: BMG Bandung
JADWAL SHOLAT
Bandung & Sekitarnya
Subuh 04:00 WIB
Zuhur 11:37 WIB
Asar 15:00 WIB
Magrib 17:51 WIB
Isya 19:05 WIB
TUNGGU DULU
DI tengah krisis pangan dan ekonomi yang menerpa Korea Utara, pemerintah negeri ini justru sempat-sempatnya menyerukan rakyatnya untuk menjaga kerapian rambut. Seruan itu ditulis "Rodong Sinmun", surat kabar milik partai berkuasa di Korut. Dituliskan, kaum pria harus menjaga agar rambut tetap pendek, dan kaum wanita harus mengikat rambut mereka. Bagi pria, rambut pendek terlihat elegan, rapi, berambisi, dan penuh gairah. Sementara itu, wanita disarankan mengikat rambut karena rambut tergerai dinilai tak sesuai dengan era revolusioner. (Dtc)***
ILO Harapkan KSPSI Segera Berkonsolidasi
JAKARTA, (PR).-
Organisasi Buruh Sedunia (International Labour Organization/ILO) Asia Timur mengharapkan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) segera melakukan konsolidasi, pascaberakhirnya konflik internal. Dengan demikian, organisasi pekerja ini akan mampu berkembang kembali menjadi organisasi yang utuh dan kuat seperti dulu.
"KSPSI harus berkembang menjadi organisasi yang dipercaya dan disegani semua pihak," kata Wakil Ketua Umum DPP KSPSI, Mathias Tambing kepada wartawan seusai memimpin pertemuan dengan Shigeru Wada, Senior Specialist on Workers Activities ILO Asia Timur, di Jakarta, Sabtu (24/10) lalu.
Keseriusan ILO, kata Mathias, ditunjukkan dengan akan disertakannya KSPSI dalam program kerja dan berbagai diskusi masalah ketenagakerjaan yang dilakukan ILO. Bahkan, ILO menyanggupi memberikan pendidikan khusus bagi aktivis serikat buruh guna meningkatkan kualitas kepemimpinannya.
"Sikap ILO jelas menunjukkan dukungannya kepada kita," kata Mathias.
Mathias menyayangkan sikap Depnakertrans di era kepemimpinan Erman Suparno tidak tegas dalam menyikapi konflik internal di tubuh KSPSI. "Pemerintah sepertinya mengambangkan masalah ini, bahkan bersikap mendua. Akibatnya, beberapa kebijakan yang melibatkan lembaga kerja sama tripartit nasional -- salah satunya dari unsur KSPSI -- tidak dapat berjalan mulus," katanya.
Menakertrans yang baru Muhaimin Iskandar, diharapkan agar bertindak lebih arif dan bijaksana dalam menyelesaikan masalah internal organisasi buruh. Perlu dicarikan solusi terbaik agar organisasi buruh terbesar ini segera utuh kembali.
Dalam pertemuan dengan DPP KSPSI, utusan ILO Asia Timur Shigeru Wada mengakui, selain KSPSI, ada dua konfederasi serikat buruh di Indonesia, yakni Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) dan Kongres Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
Menurut Wada, ILO tidak melakukan diskriminasi terhadap keberadaan ketiga konfederasi serikat buruh di Indonesia. Akan tetapi, fakta sejarah menunjukkan, KSPSI yang dulu menjadi organisasi kuat, harus diperjuangkan dengan kebersamaan guna mengembalikan eksistensi yang pernah dicapai. (A-78) ***
Penulis:
Back

© 2009 - Pikiran Rakyat Bandung
Sumber http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=106377

Tidak ada komentar:

Posting Komentar