Kelompok ?Jnw? Tebarkan Kebohongan Publik
18 November 2009
Jakarta, Parahyangan Post – Seperti tak jera-jeranya kelompok Jacob Nuwa Wea (JNW) mantan Menakertrans yang kini ikut tersangkut dalam skandal dana pekeja yang di duga menerima gratifikasi sebesar Rp 1,15 milyar dari 3 rumah sakit, terus menerus menebarkan kebohongan publik melalui publikasi di berbagai media cetak ibukota, seolah olah Konfederasi SPSI pimpinanDrs.H.Syukur Sarto tidak diakui dunia internasional khususnya Organisasi Perburuhan Internasional – ILO.
Tim Parahyangan Post yang mengikuti pertemuan antara delegasi ILO Geneva dengan DPP.Konfederasi SPSI di kantor DPP KSPSI Jalan Raya Kalibata No.3C Jakarta Selatan, menyaksikan betapa akrab dan mesranya hubungan ILO dengan K.SPSI pimpinan Drs.H.Syukur Sarto. Bukan sekali ini saja ILO Geneva hadir di kantor DPP K.SPSI di Jalan Raya Kalibata. Hari Rabu 11 November yang lalu, delegasi ILO Geneva yang di pimpinan Mr.Ralf Peter bertandang di Kalibata dan diterima oleh Sekretaris Jendral ( Sekjen) DPP K.SPSI di dampingi pengurus harian dan sejumlah anggota Majelis Permusyawaratan Organisasi (MO) DPP K.SPSI.
Di pandu oleh Helmi Salim salah sorang ketua DPP K.SPSI yang bertindak sebagai interpreter, dialog pun terjadi dalam suasana persahabatan internasional, dengan Ralf Peter,bule berasal dari Jerman Barat dan kita bangsa kulit sawomatang, antara penggiat buruh yang sama-sama berjuang untuk penegakan keadilan. Dalam kesempatan itu Ralf Peter atas nama ILO Geneva menawarkan kerjasama berupa pelatihan bagi pekerja anggota federasi-federasi serikat pekerja yang bernaung dalam konfederasi SPSI (Kalibata - red).
Ralf Peter kaget, begitu Sekretaris Jendral DPP K.SPSI Drs.H.Serta Ginting menyodorkan klipping surat kabar yang berisi berita ILO hanya mengakui K.SPSI pimpinan Jacob Nuwa Wea. “ Tidak benar itu” bantah Peter yang diterjemahkan Helmi Salim. “ Selama ini ILO di Geneva menganggap inilah kerjasama paling baik antara ILO dengan K.SPSI pimpinan Syukur Sarto”, tambah Ralf Peter.
Sebelumnya, selain Sekjen K.SPSI Drs.H. Serta Ginting, memang anggota pengurus harian DPP maupun anggota MPO K.SPSI seperti meminta pertanggu-jawaban ILO yang dinilai bermuka dua dalam berhadapan dengan Konfederasi SPSI yang di pimpin Drs.H.Syukur Sarto, sebagai satu-satunya organisasi pekerja terbesar di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1973.
Ketua DPP K.SPSI Kasiran,SH menyambut baik dan berterimakasih atas kehadiran Ralf Peter, Chief Technical Advisor ILO Geneva yang membuktikan adanya kepedulian ILO terhadap K.SPSI yang di pimpin Drs.H.Syukur Sarto seerta terhadap kaum pekerja Indonesia pada umumnya. Selain Kasiran juga mengapresiasi rencana kerjasama yang ditawarkan ILO untuk melakuklan pelatihan bagi anggota-anggota K.SPSI. Di informasikan oleh Kasiran, sebagian besar penduduk Indonesia 60 persen lulusan sekolah dasar, sangat besar kemungkinan akan sulit mendapat job atau pekerjaan. Yang lulus sarjana job belum siap pakai. Karena itu Kasiran atas nama DPP K.SPSI gembira apabila program pelatihan yang di tawarkan ILO dapat segera direalisir – harap Kasiran.
Gatot dari Federasi SP Tekstil, Sandang dan Kulit (TSK) menyatakan kepada Ralf Peter, sebenarnya Indonesia mampu mengatasi dampak krisis global meskipun beberapa jenis pekerjaan terkena dampak krisis global. Dalam persaingan bebas, Gatot juga menyebut kemungkinan terjadinya terjadinya tenaga kerja murah dan seharusnya yang terjadi di negeri ini tenaga-tenaga kerja asing gajinya tidak lebih tinggi dari tenaga-tenaga kerja Indonesia. Dalam pertemuan yang mengindikasikan terjalinnya rasa persaudaraan itu hadir dan ikut memberi masukan kepada ILO antara lain, Haji Harun anggota MPO DPP K.SPSI, dari FSP TSK, Mulyono dari FSP Logam Elektro dan Mesin (LEM), Andi Saputra dari FSP Bangunan Pekerjaan Umum.Terlihat juga hadir Yenni Amir pengurus harian DPP K.SPSI, Oris anggota MPO K.SPSI dari FSP Pariwisata, Masfendi anggota MPO K.SPSi ketua umum Federasi Serekat Pekerja Kewartawanan Indonesia (F>Serikat Pewarta), Samiri Sanja sekjen PP FSP Pariwisata, Ny.Haria juga dari FSP Pariwisata, Karim dari FSDP Farmasi dan Kesehatan (FSP Farkes).
Sekretaris Jendral K.SPSI Drs.H.Serta Ginting,dalam sambutannya menjelaskan, “Saya rasa apa yang direncanakan ILO dalam bentuk proyek pelatihan di sambut hangat oleh K.SPSI. Di Indonesia banyak terjadi PHK. Karena itu proyek ini sangat berguna. Ada kegiatan belajar dan riset. Kita akan tahu, di mana kekurannya, yang lemah di bidang keorganisasian. Itu yang perlu di training lebih dulu atau mereka-merka yang terkenang PHK.
Kalau bisa, lanjut Ginting, proyek ini jangan hanya di tingkat pusat, tapi sampai ke bawah, kekota-kota, kalau perlu sampai ke desa dan basis-basis di pabrik. Jadi nantinya pelaksanaannya, lain di pusat lain di provinsi.
Atas desakan para poeserta pertemuan bagaimana sikap ILO Geneva yang sebenarnya terhadap K.SPSI karena ada yang mengaku-aku sebagai K.SPSI yang sah di pimpin Jacob Nuwa Wea, Ralf Peter secara tegas menjawa, “kami dari Geneva datang kemari (K.SPSI pimpinan SS,red) untuk bekerja sama dengan anda, K.SPSI pimpinan Syukur Sarto. Kami tidak dalam kapasitas memutuskan mana yang sah dan tidak. Tapi kami datang untuk kerja sama dengan anda, memperkenalkan proyek pelatihan dan mengajak anda untuk membuat kebijakan dan mengorganisir pelatihan” – papar Ralf Peter.
Mendengar pernyataan resmi Ralf Peter yang mewakili ILO Geneva, peserta pertemuan merasa lega. “Kita tunggu realisasinya saja. Jangan di sini ngomong seperti itu, nanti di tempat lain ( di kelompok JNW,red) ngomongnya lain lagi sehingga hal itu langsung di politisir melalui media oleh kelompok Jacob, seolah-olah ILO hanya mengakui kelompok Jacob. Itu kan tidak benar dan namanya menebar kebohongan publik. Jangan ada kesan Ilo bermuka dua dalam memandang SPSI” – bisik Oris kepada wartawan Aksiburuh yang duduk di sebelahnya.
Pertemuan ILO dengan K.SPSI yang bermarkas di jalan Raya Kalibata itu membuktikan betapa akrabnya hubungan ILO dengan K.SPSI yang berdisi sejak 1973 pimpinan Drs.H.Syukur Sarto. Ralf Peter juga berjanji “akan kontak dengan ILO Jakarta untuk menjelaskan apa-apa yang terpublikasikan olek kelompok Jacob Nuwa Wea di beberapa media seakan-akan, ILO hanya mengakui K.SPSI pimpinan Jacob Nuwa Wea dan tidak mengakui K.SPSI pimpinan Drs.Syukur Sarto, adalah tidak benar”. Klipping surat kabar yang berisikan tebaran kebohongan publik yang memberitakan ILO hanya mengakui kelompok Jacob, di bawa oleh Ralf Peter bukan hanya akan ditunjukkan kepada ILO Jakarta, tapi juga akan di bahas di Geneva. “ Sebelum saya datang ke Kalibata ini, saya juga telah bertemu dan konsultasi dengan ILO Jakarta” – katanya menjelang di tutupnya pertemuan itu * (tim PP/rat)
sumber http://parahyangan.propeluang.com/index.php?tabloid=16&idb=73
Sabtu, 28 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar